Tuesday, 1 December 2015

Allah Penolong

Allah tidak akan membiarkan orang yang teraniaya terus menerus dalam penderitaannya akibat perbuatan buruk orang yang zalim. Salah satunya ialah bahwa Allah akan mengabulkan do’a-do’anya. Selain itu, Allah akan kembalikan hak-haknya yang telah di rampas. Sementara orang-orang yang berlaku aniaya segera akan mendapatkan laknat, siksaan dan kebinasaan.
Allah berfirman:
Artinya:
“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42)
Ayat ini menegaskan, bahwa Allah SWT tidak akan membiarkan perbuatan orang yang menganiaya, sekaligus memberi hiburan kepada orang yang teraniaya, bahwa dengan kesabarannya ia pasti akan memperoleh hak-haknya (kemenangan) yang telah dirampas oleh pelaku kezaliman.
Yah, Allah akan menjadi penolong baginya, cepat atau lambat ia pasti akan memperoleh hak-haknya dan Dia juga akan menimpakan azab kepada mereka yang aniaya (zalim) terhadap orang lain. Dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Dan Allah berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu (wahai hamba yang terzalimi) sekalipun tidak segera.” (HR. Turmudzi)

Salah satu pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang teraniaya ialah dengan mengabulkan do’a-do’anya terhadap orang yang menganiaya dirinya. Hal mana sama seperti Allah mengabulkan do’anya seorang ibu kepada anaknya, atau do’anya kaum muslimin kepada saudaranya dari kejauhan. Sungguh do’a-do’a mereka itu adalah do’a yang sangat dahsyat mustajab.
Di ijabahnya do’a orang teraniaya, semata-mata adalah agar orang tidak seenaknya melakukan penganiayaan terhadap orang lain, atau terhadap pihak manapun.
Demikian inilah tuntunan Islam, yang memberi hak kepada manusia untuk dapat menjalani hidupnya dengan bebas mandiri tanpa tekanan pihak mana pun.

Doa Orang yang Kesusahan dan Teraniaya akan Dikabulkan Allah

doa-si-shalih “ATAU siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.” (An – Naml : 62). Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang bertakwa dan orang yang sedang dalam kesusahan.

Melihat dari sepenggal ayat Allah swt. diatas mengingatkan pada salah satu kisah orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah swt. ia adalah Malik bin Dinar ra. Malik bin Dinar menuturkan bahwa ia pernah mengalami kejadian yang membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Ia bercerita, bahwa pada suatu hari ketika ia hendak menunaikan ibadah haji, ia melihat seekor burung sedang menggigit sepotong roti pada paruhnya dan penasaran akan apa yang sedang dilakukan burung itu. Kemudian ia mengikuti burung tersebut. Setelah mengikuti burung itu, dijumpainya seorang kakek sedang diikat, dan burung itu menyuapi kakek dengan roti yang dibawanya sedikit demi sedikit. Lalu burung itu terbang lagi untuk mengambil air di paruhnya, lalu menuangkan kepada mulut kakek itu.
Melihat kejadian tadi, Malik bin Dinar ra. segera menghampiri sang kakek, seraya bertanya, “Hai orang tua, apa yang terjadi denganmu?” Kakek pun menjawabnya, “Seluruh harta saya dirampas oleh perampok. Kemudian saya diikat di sini sampai lima hari saya menahan lapar. Tapi saya sabar dengan cobaan ini dan berdoa, ‘Ya Allah swt. yang selalu mengabulkan doa orang yang sedang kesusahan, saya sedang kesusahan Ya Allah swt., kasihilah saya.’ Maka Allah swt. pun mengutus burung ini.”
Setelah mendengar cerita dari sang kakek, Malik bin Dinar membukakan ikatan kakek itu dan akhirnya mereka berangkat bersama pergi haji.
Subhanallah, ini menjadi salah satu tanda bahwa Allah swt. Maha Melihat, Allah swt. Maha Mendengar, dan Allah swt. tidak pernah tidur.

Dosa

Siapa Aku Di Hadapan Tuhanku
SUBUHNYA...
di mana aku berada
masih enak dalam kelambu rindu
sambil berpoya-poya dengan waktu
masa bagaikan menderu
langkah tiada arah tuju
fikiran terus bercelaru
terlupa aku semakin dihujung waktu
siapa aku di depan Tuhanku.

ZOHORNYA...
aku lebih memikirkan kelaparan

kehausan dan rehatku
aku lebih mementingkan
tuntutan jawatanku
aku bertolak ansur dengan waktu
aku gembira membilang keuntungan
aku terlupa betapa besar kerugian
jika aku mengadaikan ketaatan
siapa aku di depan Tuhanku.
ASARNYA...
aku lupa warna masa
cepat berubah bagaikan ditolak-tolak
aku masih dengan secawan kopiku
terlupa panas tidak dihujung kepala
aku masih bercerita
tentang si Tuah yang setia
dan si Jebat yang derhaka
siapa aku didepan Tuhanku.
MAGRIBNYA...
aku melihat warna malam
tetapi aku masih berligar
di sebalik tabirnya
mencari sisa-sisa keseronokan
tidak terasa ruang masa yang singkat
jalan yang bertongkat-tongkat
ruginya bertingkat-tingkat
siapa aku di depan Tuhanku
ISYAKNYA...
kerana masanya yang panjang
aku membiarkan penat
menghimpit dadaku
aku membiarkan kelesuan
menggangguku
aku rela terlena
sambil menarik selimut biru
bercumbu-cumbu denga waktuku
siapa aku di depan Tuhanku.
kini aku menjadi tertanya-tanya
sampai bila aku akan
melambatkan sujudku
apabila azan berkumandang lagi
aku tidak akan membiarkan
Masjid menjadi sepi
kerana di hujung hidup ada mati
bagaimana jenazah
akan dibawa sembahyang di sini
jika ruangku dibiarkan kosong
jika wajahku menjadi asing
pada mentari dan juga bintang-bintang.
Siapa Aku Di Depan Tuhanku......

Tips - Berhadapan Dengan Orang Yang Suka Menyakiti

Dalam dunia ini, pasti kita akan berjumpa dengan orang yang suka menyakiti. Tak kira melalui perkataan atau perbuatan.
Kadang-kadang, sikap menyakiti orang lain ini sudah menjadi tabiat.
Orang yang suka menyakiti (terutamanya hati dan perasaan) orang lain itu hanya mengikut nafsu. Mereka berasa puas sekiranya dapat menyakiti @ melukai hati orang lain. Sedangkan mereka sendiri, jika disakiti dan dilukai akan mengamuk tak tentu pasal.
 Masa buat orang lain, tak ingat diri. Tapi bila dia yang terkena, tahu pulak nak meronta meronta-ronta.  
Apakah respon kita dengan orang yang suka menyakiti orang lain ini?
Cuba bayangkan sebentar.
Sekiranya hati anda dilukai dan sakiti, apakah tindakan anda?
Tenang diri dan bersabar saja? Atau turut sama beremosi memaki mengkeji untuk puaskan hati?
Dalam Islam, Allah mengajar kita untuk berhikmah dalam menghadapi apa juga perkara. 
Nak padamkan api, tak boleh dengan api juga. Orang baling batu, tak usah kita turut baling batu sama. Nanti dua-dua akan tercedera dek batu yang dibaling.
Sebaliknya, seorang ulama telah memberi nasihat berguna dalam menghadapi orang yang suka menyakiti.
Katanya :
“Setiap kali ada orang menyakitimu, senyum saja kepadanya. Dan ketika senyum itu, ingatlah keadaan dirimu dengan Allah. Kemudian, fikirkan cara apakah yang diredhai Allah untuk membalas perkara itu sebelum kamu bertindak membalasnya!”
Semoga saya dan anda semua dapat meniru akhlak Nabi sollallhu’alaihi wasallam dalam setiap tindak tanduk kita. Sesungguhnya akhlak Nabi adalah sebaik-baik petunjuk untuk diikuti.

APA ITU SOLAT ? ( Syariat, Hakikat, Makrifat )

Solat dari takrif bahasa merupakan doa.

Pengertian solat dalam syarak pula ialah "beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam dan dengannya kita beribadah kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan."

Takrif solat dari pandangan Ariffbillah pula ialah "solat itu suatu perhubungan yang menghubungkan antara hati dengan Tuhan. Tujuannya untuk MENYATAKAN Tuhan."

Ada tiga perkataan penting yang perlu perhatian :

1. Perhubungan
2. Hati
3. Tuhan

Huraian tafsiran solat dari pandangan Ariffbillah:

Solat itu suatu PERHUBUNGAN. 


Apa yang hendak dihubungkan? 
Menghubungkan Hati dengan Tuhan.

Apa maksud hati? 

Hati itu Qalbu/Roh. Maka yang hendak dihubungkan adalah Roh dengan TuhanNya. 

Siapa yang menghubungkan? 
Tuhan itu sendiri melalui perantaraan Roh. Tuhan menyatakan diriNya melalui Roh. Roh menyatakan diriNya melalui makhluk (manusia). Manusia menyatakan dirinya melalui jasad. Jasad menyatakan dirinya melalui sel. Sel menyatakan dirinya melalui nukleus. Nukleus menyatakan dirinya melalui atom dan atom itu kembali menyatakan diri TuhanNya. (Tujuh Martabat : Bermula dengan Tuhan dan berakhir dengan Tuhan )

Perhubungan itu boleh membawa maksud menyaksikan, bertemu, berkomunikasi atau berinteraksi. Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua hala. Apalah erti komunikasi jika hanya satu pihak saja yang berkomunikasi? Apalah erti pertemuan jika tidak bertemu? Apalah erti berinteraksi jika satu pihak sahaja yang beri reaksi? Apalah erti saksi, jika tidak kenal saksi dan tidak pernah menyaksikan saksi?


Bila telah berkomunikasi, bila telah berinteraksi, bila telah bertemu antara Roh dengan Tuhan, maka akan nyatalah Penyaksian itu. Nyata penyaksian bermakna, nyatalah Tuhan itu. Bila nyata Tuhan, maka tiadalah segala sesuatu melainkan DIA.

Apa tugas makhluk manusia? 

Untuk beribadah kepada Tuhan.

Apa itu ibadah? 
Merendahkan, menundukkan dan melenyapkan diri makhluk hingga tidak lagi kelihatan segala sesuatu, zahir dan batin melainkan Allah. 

Bagaimana nak merendahkan diri?
Buang segala sesuatu yang bersifat makhluk. Bila mati sifat makhluk, maka nyatalah sifat Tuhan. Bila Tuhan telah nyata, maka berhubunglah. 

Bagaimana untuk berhubung? 
Lakukan solat. 

Apa itu solat? 
Suatu perhubungan yang menghubungkan antara hati dengan Tuhan. Tujuannya untuk menyatakan Tuhan. 

Bagaimana bersolat (berhubung)? 
Matikan diri daripada segala sesuatu. Buang segala sifat makhluk. Buang segala nama yang bernama. Buang segala sifat yang bersifat, Buang segala perbuatan yang memperbuat. Buang segala zat yang berzat. Bila segalanya telah dibuang, pulangkan segala sifat itu kembali kepada pemilikNya (Tuhan). Tuhan itulah Nama (Asma') bagi segala yang bernama. Tuhan itulah Sifat bagi segala yang bersifat. Tuhan itulah yang memperbuat segala Perbuatan (Af'al). Tuhan itulah Zat bagi segala yang mempunyai zat. Sebab itulah bila sampai di "haiya alaasolah" kita pun menjawab "laa hau lawala quwwata illa billah..."


Hubung kait pengertian solat syarak dan solat makrifat

Di dalam pengertian syarak, ia lebih menerangkan perihal kaedah atau cara perlakuan solat dari zahir kepada batin, manakala pengertian ariffbillah lebih tertumpu kepada perhubungan dari batin kepada diri batin, tetapi kedua-duanya bermatlamat menuju kepada tujuan yang sama iaitu, Allah.

Syarak atau syariat itu bermakna peraturan, hukum atau undang-undang. Peraturan itu untuk manusia yang bertubuh berjasad yang bersifat zahir ini. Justeru itu pentakrifan syariat itu lebih menyentuh perihal sesuatu yang bersifat zahir kepada manusia. Sesuatu yang zahir itu tidak dapat dizahirkan melainkan ada yang batin. Perkara batin tidak dapat dihuraikan oleh perkara zahir. Hanya batin yang dapat menghuraikan perkara batin. Justeru itu istilah syariat banyak mengandungi kias dan perumpamaan yang perlukan ilmu untuk difahami. Solat dalam takrifan syarak itu ada sedikit kias.

Kiasannya ialah bagaimana perkara zahir (Beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam) boleh bersama dengan perkara batin (beribadah kepada Allah)?

Hanya perkara batin yang dapat bersama perkara batin. Hanya batin yang mengenal batin. 
Bagaimana yang zahir boleh mengenal yang batin? 
Perkara zahir adalah perkara nampak. Perkara batin adalah perkara tak nampak. Bagaimana perkara nampak hendak melihat perkara tak nampak?

Contohnya begini :

Dengan keadaan sedar dan jaga, cuba kita bayangkan sebiji buah manggis yang ranum. Sekarang, cuba kita gerakkan tangan dan cuba kita ambil buah manggis yang dibayangkan itu dengan tangan yang ada. Boleh? Nescaya tidak boleh ! Tangan itu perkara zahir, mana mungkin boleh ambil manggis yang wujud hanya dalam bayangan atau hayalan.

Sekarang, cuba pula kita letakkan diri kita dalam gelombang Alpha atau Theta (berhayal atau mimpi). Dalam hayalan itu, cuba kita ambil manggis tadi, kemudian kita kupas kulitnya, kita makan isinya dan kita rasa sedapnya. Kalau hayalan atau mimpi kita kusyuk, nescaya kita dapat merasakan yang kita benar-benar mengambil, mengupas dan memakan buah manggis itu. Malah, sedapnya rasa manggis itu, seolah-olah benar-benar terasa di tekak.

Contoh ini menyatakan bahawa, mana mungkin perkara batin boleh dirasa oleh perkara zahir. Hanya batin yang dapat mengenal batin. Buah manggis dalam hayalan atau mimpi itu hanya boleh dirasa oleh orang yang berkhayal atau bermimpi. Mana mungkin orang yang sedar boleh merasa manggis yang wujud dalam hayal atau mimpi.

Jika dibawa ke persoalan solat, takrif ariffbillah (makrifat), lebih mirip kepada perkara batin dan takrif syarak (syariat), lebih mirip kepada perkara zahir. Namun kedua-duanya menuju tujuan yang sama, iaitu kepada Allah! cuma, jalannya sahaja yang berbeza.

Perlu diingat, meskipun tujuan jalan syariat dan jalan hakikat itu sama, namun ramai pengikut-pengikut aliran syariat dan ramai juga pengikut-pengikut aliran hakikat “tersesat” ketika mencari jalan. Sebabnya? kerana mereka itu, kurang ilmu, hanya penuh dengan maklumat sahaja!

Bagaimana kita tahu kita tersesat jalan? Kita tahu kita tersesat, bila kita rasa kita masih tidak kenal dan tak jumpa akan apa yang kita cari. Kita tahu kita tersesat bila kita rasa kita masih tak sampai-sampai ke tempat dituju. Bila kita masih tidak tahu apa itu ikhlas. Bila kita tak pernah rasa dan masih tercari cari apa itu kusyuk. Bila kita masih mengaku, ini aku punya, itu aku buat. Kita tahu kita tersesat bila kita rasa kita "mampu" untuk mengucapkan syukur kepada Allah!!

Makanya, bila kita tahu yang kita telah tersesat dihujung jalan, maka, hendaklah kita balik ke pangkal jalan. Balik ke pangkal jalan itu, adalah balik ke tempat asal, tempat bermulanya perjalanan kita...

Bagaimana kita boleh tersesat jalan? Kita tersesat kerana kita tidak tahu jalan. Tidak tahu jalan kerana kita tidak tahu mencari jalan. Tidak tahu mencari jalan kerana kita tidak faham akan ilmu. Kebanyakan daripada kita menganggap maklumat itu sebagai ilmu. Maklumat tidak akan dapat mengenal dan tidak akan sampai ke tempat tuju (Allah). Untuk maklumat menjadi ilmu, kita perlu tahu teknologi memproses ilmu. Bila kita faham akan teknologi ilmu, maka barulah kita boleh memproses maklumat untuk dijadikan ilmu. Bila tahu cara memproses maklumat, maka barulah makna atau maksud oleh dihasilkan. Bila makna terhasil, maka barulah kita beroleh faham. Bila beroleh faham, barulah mengenal jalan. Bila mengenal jalan, baru tak sesat. Bila tak sesat, barulah sampai ke tempat tujuan. Maka, belajarlah! Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China. Walaupun ulama hadis mengatakan hadis ini palsu dan daif, itu tidak menjadi soal, anggap saja ianya sebagai kata-kata mutiara, kerana kita cuma ingin mengambil ilmu di sebalik kata-kata itu.


Apakah Solat Itu Yang Menjadi Tujuan?

Solat itu bukan menjadi tujuan. Yang menjadi tujuan ialah Allah, tetapi solat (perhubungan) itu WAJIB dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan kerana solat adalah “perhubungan” yang perlu dilakukan untuk menyatakan Allah. Allah menyatakan diriNya melalui perantaraan roh dan roh menyatakan diriNya melalui perantaraan tubuh jasad manusia. Tubuh jasad manusia itu hanya penzahiran atau pantulan (reflextion) roh dan roh itu pula bersumberkan Allah. Maka kalau tidak bersolat, bagimana kita boleh menyatakan Allah? Maka bersolatlah. Jangan tinggalkan solat. Solatlah samada di dalam solat atau di luar solat. Solatlah samada solat di dalam takrifan syariat atau solat di dalam takrifan ariffbillah (makrifat).

Bila nyatanya Allah,maka tertunduklah diri, rendahlah diri, hapuslah diri. Yang Tinggi dan yang Wujud hanya Allah. Inilah ibadah! Inilah solat. Solat yang sentiasa tidak putus. Inilah Solat Daim (Perhubungan yang sentiasa tidak putus). Inilah solat yang tidak berkesudahan bermula dari subuh, habis subuh, sambung ke zohor, habis zohor, sambung ke asar, sambung, ke maghrib,sambung ke isyak dan berbalik ke subuh, tanpa batasan waktu!

Cuma, dalam hendak menyatakan Allah itu, kita perlu ada ilmu bagaimana hendak berhubung. Perlu faham setiap takrifan syariat. Perlu tahu dan faham juga takrifan hakikat dan makrifat. Sebab itu kita perlu kepada banyak guru. Sebab itu kita perlu kepada banyak buku. Guru mengenal Tuhan, tidak semestinya guru agama. Buku mengenal Tuhan juga tidak semestinya buku agama. Guru mengenal Tuhan tak semestinya fasih berbahasa Arab. Guru mengenal Tuhan tidak semestinya bernama ala Arab. Apakah nama Sustarjo, Yuduyono, Kulup, Lebar, Timah, Kiah, Jack, Daniel, Ma Ye Tze, atau Mutthu, itu tidak Islamik? Guru mengenal Tuhan tidak semestinya bergelar al-Ustaz, as-Syeikh, al-Fadhil, al-itu atau al-ini.

Kiamat

Kiamat menurut Agama islam di tandai dengan beberapa petanda. Kita boleh baca novel sampai bribu2 kali tapi baca ini hanya perlu 5 menit.
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu: Artinya hanya mmikirkan duniawi drpda akhirat. Kerugian meninggalkn solat:
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.
Asar: Kesihatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya': Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.
Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama
Niatkan ibadah(sebarkan ilmu walau 1 ayat)
Nasihat Kubur:
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM ..
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
5). Aku yg menyepitmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT
6). Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dgn PUASA..
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawapanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"
Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Karena, saat kamu membawa Al-Qur'an, setan biasa2 saja.
Saat kamu membukanya, syaitan mulai curiga.
Saat kamu membacanya, ia gelisah.
Saat kamu mmahaminya, ia kejang2.
Saat kamu mengamalkan Al-Qur'an dlm kehidupan shari-hari, ia stroke.
Trus n trus baca & amalkan agar syaitan stroke semuanya juga jantungnya dan mati.
Ketika anda ingin menyebarkan .. ini, lagi2 syaitan pun mencegahnya.
Syaitan berbisik;
"SUdahlaaaaaah tak payah di SEBARKAN, tak penting pown, BUANG MASA saja, tak mungkin akan di baca "...

Mengumpat


Mengumpat lebih teruk dosenye daripada berzina....berzina ning sekali bertaubat bile Allah terime licing terus dose kite...kalau mengumpat ning kene tuan badan diumpat yang ampunkan baru hilang dose.setakat taubat sahaje dok terime..atas sejadah pun boleh mengumpat..pakai serban pun boleh mengumpat....bahaye mengumpat ning walau perkare itu betol...mengumpat ni org dok suke dengor bile kite sebut aib peribadi kite...kalo kite dok suke org mengumpat kite...janganglah mengumpat orang...diakhirat nanti muke org mengumpat akan diguris pakai sikat dari kuku hingge tertanggal daging muke sendiri...nok dok kite makang daging ayah atau ibu kite selepas mati?..kalo xmboh...stop lah mengumpat.....citer hal baik baik sahaja....3hari pun xpe...cakak bende baik...cukuk cukuk la mengumpat..xdok hasil di akhirat nanti...