Tuesday, 9 August 2016
JANGAN MERASA DIRI BAIK
Jangan merasa diri kita " Baik " walaupun
kita solat cukup 5 waktu serta tepat pada waktunya.Jangan merasa diri
kita " Baik " walaupun kita bersedekah
setiap hari malah lebih banyak nilai disedekahkan.Jangan merasa diri
kita " Baik " walaupun hari hari kita nasihat dan tegur orang lain yang
berbuat silap.Jangan merasa diri kita " Baik " walaupun kita sudah pakai
jubah,berserban, bertutup litup menutup aurat dengan sempurna.Jangan
merasa diri kita " Baik " walaupun setiap malam kita jaga solat
Tahajjud, Witir, Hajat dan amalan sunat lain.Jangan merasa diri kita "
Baik " walaupun hari hari kita ke masjid atau surau untuk beribadah dan
menambah ilmu.Jangan merasa diri kita " Baik " walaupun setiap saat kita
update status berunsur nasihat dan dakwah. Jangan merasa diri kita "
Baik " walaupun setiap masa kita menolong orang lain.Allah berfirman
didalam al-Quran ;فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ
اهْتٓدى"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci(orang baik) kerana
Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar didalam
hidayah(Nya)Sayyidatina Aisyah (ra) ditanya orang " Siapakah orang yang
buruk?" dijawab olehnya " iaitu orang yang merasa dirinya baik". Beliau
ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?", maka dijawab "Iaitu orang yang
merasa dirinya buruk".
Dzikir Setelah Dhuha

Zikir yang bagus setelah Dhuha
Robbighfirlii watub ‘alayya. Innaka Antat-tawwaabul-ghofuur.Yaa Allah, ampunilah saya, dan terima taubat saya. Sesungguhnya Engkau Penerima Taubat lagi Maha Pengampun Yang Ampunan-Nya Begitu Luas.
Dibaca 100x, sambil introspeksi diri dan niat memperbaiki diri. Kalo untuk jadi doa buat keluarga (kami), ganti “naa”, jadi: Robbighfirlanaa watub ‘alainaa, innaka AntaTawwaabulGhofuur
‘Yaa Allah, Yaa Tuhan kami, ampunilah kami, dan terima pertaubatan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun.’
Silahkan share… Amalan Harian… Bacanya pelan2… Panjang soalnya, he he.
Jangan ditinggal…
100 shalawat. 100 istighfar. 100 subhaanallaahi wabihamdih. 100 laa-ilaa-ha-illallaah. Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak atau lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, Yah, itung2 setiap habis shalat, manggil2 Yang Maha Membuka & Maha Memberi Rizki. Dipanggil terus, masa ga datang. Kalo lagi butuh banget2, hajar 111x, saban2 habis shalat. Liat efeknya. Mudah2an makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100hr ke-2, ke-3, dst. Pelan2 coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. +qobliyah ba’diyahnya. +tahiyyatul masjid, +syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara adzan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban2 habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal. Dijalanin juga. Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.
Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong & ketinggalan. Terus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, terus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur2 sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. +dhuha. Walo juga minimalis 2 rokaat. Al Qur’annya dibaca 1 halaman+artinya, +dihafal 1aayat+artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah. Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah. Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara2 amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin hidup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, belom punya anak, jadi punya anak. Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar2 nyambung ke Allah. Jangan sambil BBM-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir. Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?
Doain dah ya. Yusuf Mansur bisa ngejalanin juga nyang beginian. The Miracle you wanna, will come.
Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan hidup ga on the track. Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini2, terasa berat. So, just mulai aja dulu. Tar kalo dah biasa, enteng. Kayak shalat malam, kalo sekali2, banyakan puyeng & ngantukan. Tapi kalo terus2an, akan biasa. Sekarang kan kita biasa. Biasa tidak melakukan. Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.
Buat yg mau sedekah untuk pembangunan masjid tahfidz, 24 jam dipake buat tahfidz, ini nomor rekeningnya:
Oh ya, jangan lupa. Yang bikin kita bisa zikir, lalu istiqomah, adalah Allah. Jadi, doa supaya bisa ngamalin dengan enteng & istiqomah. Termasuk doa, supaya bisa sedekah, bisa shalat malam, bisa dhuha, bisa baca, ngerti, ngafal, ngamalin Qur’an. Minta. Doa. Buat yang benar2 merasa sudah banyak westing timenya. Atau buang waktunya. Ngebut aja di amalan harian. Tambahin dengan mendawamkan, atau membiasakan, dengan membaca 4 Surah al Ma’tsuuraat: Yaasiin, al Waaqi’ah, ar Rohmaan & al Mulk. Habis shubuh, al Waaqi’ah. Habis dhuha, ar Rohmaan. Habis isya/maghrib, Yaasiin. Jelang tidur, al Mulk. Komposisi bisa diubah2. Gpp.
Baca 2 ayat trakhir Qs. at-Taubah, 7x habis shubuh & habis maghrib. Terus Awlloohumma ajirnaa minannaar, 7x, habis shubuh & habis maghrib. Yaa Allah, jauhkan/selamatkan kami dari api neraka. Kemudian habis dhuha, wiridin 100x doa/wirid cantik. Yang kalo didawamin, keren banget efek ke kehidupan & kematian.
Zikir yang dimaksud setelah dhuha: Robbighfirlii watub ‘alayya. Innaka Antat-tawwaabul-ghofuur. Artinya: Yaa Allah, ampunilah saya, dan terima taubat saya. Sesungguhnya Engkau Penerima Taubat lagi Maha Pengampun Yang Ampunan-Nya Begitu Luas. Dibaca 100x, sambil introspeksi diri dan niat memperbaiki diri. Kalo untuk jadi doa buat keluarga (kami), ganti “naa”, jadi: Robbighfirlanaa watub ‘alayanaa.
Pagi & sore baca: Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil-ardhi walaa fissamaa-i wahuwassamii’ul ‘aliim. 3x. Dengan Nama Allah, ga ada yang bisa nyelakain, nyusahin, ngeribetin, di bumi & di langit. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Monday, 8 August 2016
“JANGAN MENUNGGU”
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu akan kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
13. Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Alqur'an, Tapi luangkan waktu tuk membaca Alqur'an.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
13. Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Alqur'an, Tapi luangkan waktu tuk membaca Alqur'an.
Cara Memperbaiki Hubungan dengan Allah
1. Mengikhlaskan semua amalan dan ibadah hanya untuk Allah.
2. Menjaga solat dengan khusu’ hanya kepada-Nya.
3. Memperbanyak doa dan bersyukur dalam segala keadaan.
4. Bertaubat atas setiap dosa
5. Memuji, dzikir dan mensucikan Allah dengan tasbih, tahlil dll setiap saat.
6. Mencintai Allah dan semua yang Allah cintai
7. Bersabar atas musibah dan ridho dengan takdir Allah (Qodarallah)
8. Jangan takut kecuali dari Allah.
9. Pasrah dan menerima secara totalitas semua keputusan dan ketentuan hukum Allah (Qonaah)
10. Selalu mengingat nikmat Allah dan menggunakannya pada ketaatan kepada Allah.
11. Selalu berusaha mengambil pelajaran dan tadabbur al-Qur’an.
12. Selalu merasa diawasi Allah dalam segala keadaannya.
13. Beramal dengan semua yang Allah cintai dan ridhoi sehingga menjadi bersifat mukmin dan takwa.
Dan Bila kita masih ada:
1. Suka berdusta
2. Suka fitnah dan ghibah
3. Takut hukuman manusia daripada azab Allah
4. Suka mendahulukan aturan manusia dari pada aturan Allah
5. Suka berzina baik sekecil apapun
6. Suka ke dukun, paranormal
7. Suka ibadah untuk dilihat manusia bukan karena Allah
8. Suka melalaikan sholat dan tidak mendahulukan hak Allah
9. Suka berburuk sangka dengan Allah atas cobaan / musibah yang diterima
10. Suka mencintai manusia karena harta, jabatan, kecantikan atau ketampanan bukan karena ketaqwaannya kepada Allah
11. Suka mengidolakan orang kafir, artis, pemain sepak bola, bukan Rasulullah, para Sahabat,Tabiin
12. Suka minum khamr, narkoba
2. Menjaga solat dengan khusu’ hanya kepada-Nya.
3. Memperbanyak doa dan bersyukur dalam segala keadaan.
4. Bertaubat atas setiap dosa
5. Memuji, dzikir dan mensucikan Allah dengan tasbih, tahlil dll setiap saat.
6. Mencintai Allah dan semua yang Allah cintai
7. Bersabar atas musibah dan ridho dengan takdir Allah (Qodarallah)
8. Jangan takut kecuali dari Allah.
9. Pasrah dan menerima secara totalitas semua keputusan dan ketentuan hukum Allah (Qonaah)
10. Selalu mengingat nikmat Allah dan menggunakannya pada ketaatan kepada Allah.
11. Selalu berusaha mengambil pelajaran dan tadabbur al-Qur’an.
12. Selalu merasa diawasi Allah dalam segala keadaannya.
13. Beramal dengan semua yang Allah cintai dan ridhoi sehingga menjadi bersifat mukmin dan takwa.
Dan Bila kita masih ada:
1. Suka berdusta
2. Suka fitnah dan ghibah
3. Takut hukuman manusia daripada azab Allah
4. Suka mendahulukan aturan manusia dari pada aturan Allah
5. Suka berzina baik sekecil apapun
6. Suka ke dukun, paranormal
7. Suka ibadah untuk dilihat manusia bukan karena Allah
8. Suka melalaikan sholat dan tidak mendahulukan hak Allah
9. Suka berburuk sangka dengan Allah atas cobaan / musibah yang diterima
10. Suka mencintai manusia karena harta, jabatan, kecantikan atau ketampanan bukan karena ketaqwaannya kepada Allah
11. Suka mengidolakan orang kafir, artis, pemain sepak bola, bukan Rasulullah, para Sahabat,Tabiin
12. Suka minum khamr, narkoba
Inilah Dosa Yang Terus Mengalir Walau Sudah Meninggal.
Sebagian manusia dapat dengan mudah melakukan dosa dalam kenasiban
sehari-hari. Sebab tak jarangnya dilakukan, perbuatan tersebut terkadang
dianggap biasa jadi tak terasa semacam dosa. Padahal dosa bukanlah
perkara main-main.
Balasannya utama neraka yang telah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Nyatanya, seusai meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang sempat dilakukan tak terputus begitu saja.
Selama lakukanan maksiat tersebut tetap berakibat serta berpengaruh terhadap orang lain, maka dosanya bakal tetap mengalir terhadap pelakunya walau Ia telah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.
1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor adalah orang yang pertama melakukan sebuahperbuatan jadi yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini bakal sangat keren apabila menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Tetapi bagaimana apabila menjadi pelopor maksiat?
Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang kurang baik dalam islam, maka dirinya memperoleh dosa kekurang baikan itu, serta dosa setiap orang yang melakukan kekurang baikan itu sebab ulahnya, tanpa ditidak
lebihi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).
Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tak mengundang orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tak memberbagi motivasi terhadap orang lain untuk mengikutinya. Tetapi sebab lakukanannya ini Ia sukses menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.
Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia wajib bertangungjawab atas semua permasalahan pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh dengan cara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh bakal memperoleh dosa sebab pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 serta yang lainnya).
Tidak dapat dibayangkan, bagaimana dosa yang bakal ditanggung pelopor serta pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno serta tetap tak sedikit tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka bakal semakin mengalir sampai hari kiamat kelak.
2. Mengundang Orang lain Melakukan Kesesatan serta Maksiat
Tidak sama dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengundang orang lain untuk melakukan kesesatan serta perbuatan maksiat. Merekalah adalah juru dakwah kesesatan, alias mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.
Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir nanti bakal menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.
“Mereka bakal memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, serta berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tak mengenal sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)
Ayat ini mempunyai makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengundang terhadap kesesatan, dirinya memperoleh dosa, semacam dosa orang yang mengikutinya, tak ditidak lebihi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, serta yang lainnya).
Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengundang masyarakat untuk berbuat kesyirikan serta bid’ah.
Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selagi tetap ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selagi itu pula orang ini turut memperoleh limpahan dosa, sekalipun dirinya telah dikubur tanah.
Tergolong juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dirinya sendiri tak melakukannya, tetapi dirinya tetap memperoleh dosa dari setiap orang yang mengikutinya.
Semoga kami lebih berhati-hati dalam bertindak, serta lebih tak sedikit melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Sebab nasib tak hanya semata di dunia lalu berakhir ketika telah meninggal. Tetapi perjalanan tetap panjang untuk menuju kenasiban yang kekal.
Balasannya utama neraka yang telah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Nyatanya, seusai meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang sempat dilakukan tak terputus begitu saja.
Selama lakukanan maksiat tersebut tetap berakibat serta berpengaruh terhadap orang lain, maka dosanya bakal tetap mengalir terhadap pelakunya walau Ia telah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.
1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor adalah orang yang pertama melakukan sebuahperbuatan jadi yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini bakal sangat keren apabila menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Tetapi bagaimana apabila menjadi pelopor maksiat?
Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang kurang baik dalam islam, maka dirinya memperoleh dosa kekurang baikan itu, serta dosa setiap orang yang melakukan kekurang baikan itu sebab ulahnya, tanpa ditidak
lebihi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).
Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tak mengundang orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tak memberbagi motivasi terhadap orang lain untuk mengikutinya. Tetapi sebab lakukanannya ini Ia sukses menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.
Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia wajib bertangungjawab atas semua permasalahan pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh dengan cara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh bakal memperoleh dosa sebab pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 serta yang lainnya).
Tidak dapat dibayangkan, bagaimana dosa yang bakal ditanggung pelopor serta pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno serta tetap tak sedikit tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka bakal semakin mengalir sampai hari kiamat kelak.
2. Mengundang Orang lain Melakukan Kesesatan serta Maksiat
Tidak sama dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengundang orang lain untuk melakukan kesesatan serta perbuatan maksiat. Merekalah adalah juru dakwah kesesatan, alias mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.
Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir nanti bakal menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.
“Mereka bakal memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, serta berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tak mengenal sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)
Ayat ini mempunyai makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengundang terhadap kesesatan, dirinya memperoleh dosa, semacam dosa orang yang mengikutinya, tak ditidak lebihi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, serta yang lainnya).
Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengundang masyarakat untuk berbuat kesyirikan serta bid’ah.
Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selagi tetap ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selagi itu pula orang ini turut memperoleh limpahan dosa, sekalipun dirinya telah dikubur tanah.
Tergolong juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dirinya sendiri tak melakukannya, tetapi dirinya tetap memperoleh dosa dari setiap orang yang mengikutinya.
Semoga kami lebih berhati-hati dalam bertindak, serta lebih tak sedikit melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Sebab nasib tak hanya semata di dunia lalu berakhir ketika telah meninggal. Tetapi perjalanan tetap panjang untuk menuju kenasiban yang kekal.
Rombongan Syaitan
Syaitan
dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan
memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke
akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat
iaitu ketika sakaratul maut.
Apabila 7 Rombongan “IBLIS” datang Ketika Sakaratul Maut.. Apa yang terjadi ketika itu..
Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan. Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.
Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan
ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya.
Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga. Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu. Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah? Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: Aku tidak tahu. Berkata ulamak Iblis: Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi.
Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami. Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: Bagaimanakah Zat Allah? Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.
Apabila 7 Rombongan “IBLIS” datang Ketika Sakaratul Maut.. Apa yang terjadi ketika itu..
Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan. Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.
Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan
ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya.
Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga. Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu. Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah? Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: Aku tidak tahu. Berkata ulamak Iblis: Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi.
Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami. Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: Bagaimanakah Zat Allah? Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.
Sunday, 7 August 2016
CIRI HAMBA BERIMAN & BERTAQWA TERGAMBAR DARI AKHLAK NYA
ROSULULLOH SAW. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Ahmad)
Saudaraku... Jika kita ingin mengetahui tanda dari orang yang sangat dalam pemahamannya tentang Islam, maka tandanya adalah akhlaknya yang mulia. Karena ROSULULLOH SAW. adalah orang yang paling dalam pemahamannya tentang Islam, paling kuat imannya, dan beliau adalah orang yang paling mulia akhlaknya.
Orang yang memahami Islam dengan bagus, maka akan bagus pula ibadahnya.
Dan ibadah yang bagus niscaya akan menghasilkan buah yang bagus pula
berupa akhlak.
Oleh karena itulah ALLOH SWT. berfirman, “..Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al Ankabut [29] : 45)
Maka, orang yang berakhlak mulia tidak dicirikan dengan pakaiannya atau dengan kedudukannya. Orang yang berakhlak mulia tercermin dari tingkah lakunya, tutur katanya yang senantiasa terpelihara dari menyakiti orang lain, jauh dari sikap merusak lingkungan, atau menzholimi makhluk ALLOH lainnya.
Oleh karena itulah ALLOH SWT. berfirman, “..Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al Ankabut [29] : 45)
Maka, orang yang berakhlak mulia tidak dicirikan dengan pakaiannya atau dengan kedudukannya. Orang yang berakhlak mulia tercermin dari tingkah lakunya, tutur katanya yang senantiasa terpelihara dari menyakiti orang lain, jauh dari sikap merusak lingkungan, atau menzholimi makhluk ALLOH lainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

