Monday, 5 September 2016

PERIKSALAH SOLAT KITA


Sudah Khusyu’ kah Solat Kita?
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman
*Yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya”Qs. Al-Mu:minun

Pernahkah kita tergiur untuk menjadi orang-orang beriman yang beruntung?. Jika ya, semoga rasa tergiur untuk menjadi ahli khusyu’ membuat kita semakin mengevaluasi shalat kita. Apakah sudah khusyu’ apa belum. Karena pada hakikatnya kewajiban shalat bukan hanya agar kita mudah dihisab ketika yaumul akhir kelak. Fungsi shalat lebih dari itu. Shalat adalah penyegar jiwa, penyembuh dari penyakit-penyakit, terminal istirahat, mencegah dari perbuatan keji, membesarkan jiwa dan didalamnya terdapat tempat-tempat dimana doa tidak tertolak.

Kemudian apa hubungannya tentang khusyu’? Mengapa Allah menjadikannya syarat agar kita menjadi orang yang beruntung? Rasulullah pernah menjelaskan resiko orang-orang yang tidak khusyu’ shalatnya dalam hadits “Betapa banyak orang yang menegakkan shalat hanya memperoleh letih dan payah”HR Nasa’i. Yang dimaksudkan beliau adalah kita hanya merasa berat dan merasa shalat kita tidak berguna karena dalam seharian kita letih. Paling tidak lima kali kita merasakannya.

Khusyu’ secara bahasa berarti ketundukan hati. Khusyu’ dalam shalat menurut imam Ghazali adalah kehadiran hati ketika shalat, konsentrasi, tunduk, pasrah dan penghormatan yang tinggi kepada Allah. Dan kondisi khusyu’ lah yang dapat memberikan pencerahan batin. Maka tempat khusyu’ berada di dalam hati. Jika hati telah khusyu’ anggota tubuhpun akan khusyu’ pula. Orang yang hatinya terbiasa menyibukkan diri dari hal-hal yang Allah tidak sukai seperti berbohong, menuduh, melakukan riba, menganiyaya orang lain dan lainnya maka sukar hatinya untuk menjadi khusyu’. Dapat kita simpulkan erat kaitannya kondisi hati kita dengan khusyu’.

Lalu bagaimanakah caranya agar shalat kita selalu khusyu’ dalam shalat? Lekaslah untuk membiasakan hati kita agar terus terhubung dengan Allah di luar shalat. Hidupkanlah hati kita dengan banyak membaca ayat-ayat-Nya. Seringlah berdzikir kepada-Nya. Lihatlah segala ciptaan Allah dan segala peristiwa apapun dengan semakin menyuburkan ingatan kita pada Allah. Sehingga ketika mendapatkan nikmat hati bersyukur pada Allah. Ketika mendapatkan musibah hati bersabar.

Selain cara diatas, ada hal penting yang harus kita ingat. Agar kita sukses dalam shalat maka kita harus mementingkan shalat dalam kehidupan kita. Nantikanlah waktu shalat sebagaimana kita rindu pada kekasih hati. Sempurnakanlah wudhu kita. Pahamilah bacaan Shalat karena sebenarnya ketika kita shalat, kita sedang menghadap-Nya. Dan bacalah bacaan tersebut perlahan-lahan (thu’ma’ninah) tidak tergesa-gesa. Periksalah shalat kita apakah sudah sesuai Rasulullah SAW. Jika belum betulkanlah. Dan seringlah berdoa kepada-Nya:
Allahumma innii a’udzubika min Qalbin laa takhsya’
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dari hati yang tidak khusyu’

BERUBAH

Siapa aku ?
Aku yang dihidupkan jadi seorang manusia
Aku yang menghidupkan adalah seorang hamba
Bertugas sebagai si Pengembara
Mengaliri seluruh batang tubuhnya

Mula pertama manusia diciptakan
Dari tanah dijadikan badan
" Aku tiup Roh - ku " katanya Tuhan
Oleh kerananya timbullah hamba kemudian
Hamba yang timbul kemudian
Berjalan mengaliri seluruh badan
Tiada henti - hentinya pagi petang , siang dan malam
Melakukan tugas kewajipan
Kewajipan ialah menghidupkan
Oleh kerana itu makanya hambaku berjalan
Berjalan menurut aliran
Selagi hayat dikandung badan
Dengan demikian teranglah sudah
Perjalanan seorang hamba Allah
Dan aku adalah :
Kata Tuhan " Roh ku " , kata ku " Rohullah "

SURAH AL IKHLAS

SURAT Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain juga memiliki banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Dinamakan surat Al Ikhlas, karena dia menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia akherat, dari kesulitan sakarotul maut, dari kesulitan kegelapan malam dan dari segala kesulitan resiko di hari kiamat.

Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas. Berikut sembilan waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan surat Al-Ikhlas:Pertama: waktu pagi dan sore hari

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kedua: sebelum tidur

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen).” (HR. BukhariKeempat: wirid seusai shalat (sesudah salam)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh)

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.

Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib

“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf

“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

Sunday, 4 September 2016

Sihir

InsyaAllah sama-sama kita Amal untuk menjauhkan keluarga dari gangguan dan buatan jahat.
Para ulama menyarankan kita membaca surah al-Fatihah, surah al-Baqarah ayat 1-5, 255-257, 284-286, surah al-'Araf ayat 117-122, surah Yunus ayat 79-82, surah al-Ikhlas, surah al-Falaq dan surah an-Nas untuk merawat sihir dan dijadikan pelindung sihir bagi si pembaca.
Abdullah bin Mas’ud mengatakan : Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surah Al baqarah iaitu ayat
- Surah Al baqarah ayat 1-5
- Ayat kursi dan 2 ayat berikutnya
- Surah Al Baqarah ayat 284-286
Maka syaitan tidak akan masuk kerumahnya pada malam itu.Dalam satu riwayat lain disebutkan bahawa dia dan keluarganya tidak akan didekati syaitan dan apa yang dibencinya ( binatang buas seumpamanya ). Dan tidaklah ayat ini jika dibacakan kepada orang gila akan membuatkannya sadar.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Bacalah Al-Baqarah karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkanya berarti penyesalan. Dan para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkaunya ( si pembaca )" diriwayatkan oleh Muslim dalam kitabnya As-shalah.
Selamat mencuba. InsyaAllah

Jangan Marah



*       Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenali amal kebajikan, menambah ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.

*       Larangan marah.

*       Dianjurkan untuk mengulangi percakapan hingga pendengar menyedari kepentingan perkara itu.

“Orang kuat bukanlah orang yang mampu memukul lawannya. Tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Siapa yang mampu menahan marahnya, padahal dia sanggup untuk melepaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk sehingga dia diberi hak untuk memilih bidadari yang disukainya.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

“Rasulullah tidak pernah sekali pun memukul sesuatu atau seseorang dengan tangannya, tidak juga seorang wanita ataupun pelayan kecuali pada saat berjihad di jalan Allah. Baginda tidak pernah berasa dendam kerana disakiti lalu membalas kepada orang yang menyakitinya. Kecuali jika hal itu adalah perlanggaran terhadap larangan Allah. Rasulullah membalas kerana Allah semata-mata.” (HR Muslim)

Thursday, 1 September 2016

6 Keutamaan Hari Jumat

Banyak yang bilang, hari Jumat merupakan hari spesial bagi umat Islam, mengapa? Berikut alasannya
1. Hari Jum’at merupakan hari utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan.
Rasulullah Saw. bersabda, “Hari terbaik bagi matahari untuk terbit adalah hari Jum’at, pada hari Jumat Adam diciptakan, dan pada hari Jumat pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jumat Adam dikeluarkan dari surga.” (HR. Muslim)
2. Rasullulah bersabda “‘Di hari Jum’at terdapat satu wktu jika seorang shalat & memohon kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan”
3. Bagi Ikhwan yang menunaikan ibadah shalat Jum’at sesuai dengan tuntunan adab maka dosanya yg terjadi antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya akan diampuni, sebagai mana disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari Salman al-Farisi Radhiyallahu anhu. Dia mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan ke Jum’at berikutnya.” [13]
4. Bersedekah di hari Jumat, lebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.
Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”
5. Pada hari Jumat api neraka Jahannam yang menyala dipadamkan, sebagai bentuk pemuliaan terhadap hari yang agung ini. Zaadul Ma’ad I/387
6. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya adalah tanda-tangda husnul khotimah.
Orang yang wafat di hari Jumat akan aman dari siksa kubur& pertanyaan-pertanyaan dari Malaikat Malaikat. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).

30 Orang Yang Pertama Dalam ISLAM

1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama
berkhitan :
Nabi Ibrahim AS
4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama
mengerjakan sa'i antara Safa &Marwah :
Sayyidatina Hajar
7. Orang yang pertama
dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender
Hijriyyah :
Umar bin Al-Khattab
10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
Haris bin Abi Halah
13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan
wanita :
Sumayyah binti Khabbat
14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash
15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas
16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan
menyerukan adzan: Bilal bin
Rabah
17. Orang yang pertama
sembahyang dengan Rasulullah
SAW :
Ali bin Abi Tholib
18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary
19. Orang yang pertama
menghunus
pedang dalam
perjuangan fisabilillah : Zubair
bin Al-
Awwam
20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan
21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi
SAW :
Khadijah bt Khuwailid.
22. Orang yang pertama
menggagas usul fiqh :
Imam Syafi'i RH.
23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib
24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan
25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
Harun Ar-Rasyid
26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab
27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
Ali bin Abi Tholib
28. Orang yang pertama membangun
menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur
29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.