Wednesday, 12 October 2016

YAKINLAH REZEKI ITU DI JAMIN OLEH ALLAH SWT


Seperti halnya jodoh,
rezeki tidak ada yang tahu kapan datangnya dan dengan cara yang bagaimana.
Jodoh dan rezeki sudah di jamin oleh Allah untuk setiap makhluknya.
Masih jadi rahasia-Nya sebelum jodoh dan rezeki itu diberikan.
Jodoh dan rezeki tidak akan tertukar dan setiap makhluk masing-masing memilikinya.
Kita sebagai hamba-Nya hanya perlu yakin dan pastinya berusaha agar Allah swt memberikan jodoh dan rezeki yang terbaik untuk kita..
Namun,
mengenai rezeki (tentang jodoh lain kali yah),
yang saya pahami yaitu :
Tiap orang pasti punya rezeki masing-masing, tidak akan tertukar
“tidak suatu binatangpun termasuk manusia yg bergerak diatas bumi melainkan Allah-lah yg memberi rezekinya” (QS. HUUD : 6)
Rezeki akan diberi kalau kita berusaha
“dan bahwasanya seorang manusia tidak mendapat apa-apa, kecuali apa yg telah dikerjakannya” (QS. An-Najm : 39)
Rezeki datang kepada orang yang senantiasa bersyukur
“sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim : 7)
Rezki yang berberkah hanya untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt
“barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka2nya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu” (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

Berikut kisah teladan tentang rezeki Allah swt
Nabi SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya.
Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
” Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ?coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?”
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
” Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rejeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?”
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
” Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai.
Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau.
Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak.
Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul.
Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ?
Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul,
katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ?
Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut.
” Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu “. Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. ”
Siapakah malaikat itu, hai semut ?” tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. ” Si katak sendiri.
Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut “.
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak luap memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, ” Maha Besar Allah yang men-takdir-kan aku hidup di dasar laut “. Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
” Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rejeki dan rakhmatnya ?”

Thursday, 6 October 2016

JANGAN LEMAH DUHAI DIRI....


Aku mencuba untuk bertahan, namun kadangkala hati ini rapuh jua. Puas menahan dari mengalir, tapi airmata ini tetap juga gugur ke pipi.. Kuatlah wahai HATI, tabahlah wahai JIWA.. Jangan biarkan orang lain tahu yang kau sebenarnya lemah.Tatkala Dia mendatangkan ujian..pandanglah dengan pandangan iman. Di saat Dia mengirimkan musibah..hadapilah dengan hati yang tabah. Di kala Dia mengutuskan sesuatu, belajarlah untuk berjiwa hamba...
Musibah ibarat ombak yang berlabuh di persisiran pantai, semakin kuat ombak, semakin banyak pasir yang terhakis. Walau sebagaimana ombak badai melanda, pasakkan iman di dada. Jangan lemah duhai diri. Jangan beranggapan bahawa kamu sedang bersendiri. Walau hidup ini dirasakan terlalu sukar untuk dilalui, usah gentar duhai diri. Sang Rabbul Izzati ada menemani untuk disetiap keadaan dan situasi.
Apa khabar imanmu duhai diri? Moga-moga imanmu masih kukuh dan teguh walau acapkali dirempuh. Bertahanlah. Bertabahlah. Pada DIA ada penawar segala beban dan duka. Bukankah 99 sifatNya itu sudah cukup meyakini untuk menyerahkan segala harapan dan keinginanmu?
Wahai diri.. simpanlah keluh kesahmu daripada pandangan manusia walau sedikit, kelak dikhuatiri kau tak punya waktu untuk mengadu pada Dia Pencipta dirimu... Allah akan menenangkan, kalbu yang terkoyak kepedihan. Apapun alasan kembalikan pada sang pemilik keajaiban, hingga hati kembali diletakkan sempurna dan di sembuhkan.
Tersenyumlah.. kamu akan sentiasa di uji, TABAHLAH..mengalah jangan sekali. Yang KUAT itu tidak akan muncul dari bersuka senang. Tetapi muncul dari segenap kepayahan.

Keindahan dibalik Rencana Allah Swt

“Sesuatu yang menurutmu baik bagimu,
belum tentu baik bagi Allah untukmu.
Dan sesuatu yang menurutmu buruk untukmu,
belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Seindah-indahnya rencana yang dibuat oleh manusia jika Allah SWT berkehendak lain,
maka hanya menjadi pemanis dalam hidup menjadi bingkai dalam mimpi besar kehidupan yang tak sampai.


Rencana yang dibuat berawal dari mimpi indah,
mengantarkan seseorang seperti apa yang dia mau.
Rencana itu sangat matang bila saja tidak ada hambatan dalam pengamalan.
Namun setiap perjalanan pasti ada hambatan.
Hambatan itu telah tersedia solusinya ketika rencana tersebut dibuat.
 Manusia memang pandai berencana begitu indah.
Dan manusia sangat bahagia tatkala rencananya berbuah impian yang mempesona.

Rahsia Allah SWT itu indah bila kita pahami dengan khusnudzon, rahasia Alloh SWT itu barokah bila kita menggapainya dengan bersabar. Dia telah memberikan beberapa kenikmatan dan ujian, telah memberikan kebahagiaan dan kesedihan, agar umat manusia memahami makna kehidupan dengan segala bentuk kebaikan dan ketaqwaan.
Dikisahkan, seusai sholat subuh berjamaah di masjid, seperti biasanya si ibu kembali beraktivitas dengan jarum dan benangnya. Ia sibuk menyulam beberapa kain perca untuk dijadikan beberapa hiasan. Seorang putri yang sholihah sedang tiduran di lantai, melihat ke atas dan bertanya kepada ibunya
“Wahai ibu, apa yang engkau perbuat dengan jarum, benang dan kain itu?” Tanya putrinya.
“Aku sedang menyulam sebuah bunga yang indah” Jawab si ibu.
“Tetapi saya melihatnya dari bawah sebuah benang yang sangat ruwet” kata si putri penuh penasaran
Dan ibu tersenyum manis memandangi putrinya dan berkata lembut:
“Anakku yang sholihah, sekarang bersenang-senanglah dengan mainanmu, ibu akan menyelesaikan sulaman ini setelah itu ibu akan memanggilmu dan mejelaskan makna sulaman ini dari atas.”
Putrinya pun bermain dan masih keheranan dengan jawaban si ibu, kenapa ibu hanya menggunakan benang hitam dan putih sedangkan aku melihatnya sangat semrawut menurut pandanganku.
Hingga si ibu memanggil putrinya dan berkata: “Wahai anakku sholihah, kemarilah duduk di pangkuan ibu.
Setelah memenuhi permintaan si ibu, rasa heran putrinya bertambah tatkala melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang matahari yang sedang terbit seperti pagi ini, sungguh indah sekali terlihat hamparan rumput. Putrinya pun bertambah kagum hingga tak percaya melihatnya, karena yang dilihatnya dari bawah hanya benang-benang ruwet.


Kemudian si ibu menjelaskan dan berkata: “Anakku yang sholihah, jika melihat dari bawah nampaknya benag-benang yang ruwet dan kacau,namun engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah tergambar pola yang direncanakan, dan ibu hanya mengikutinya. Dan sekarang engkau melihatnya dari atas maka yang kamu lihat sebuah bunga yang indah dari sulaman ibu.” Dan manusia hidup selama bertahun-tahun terkadang melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
“Ya Allah, apa yang Engkau lakukan? ”
Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.”
Kemudian hamba pun membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”
Kemudian Allah menjawab,
“Wahai hambaku, teruskanlah perjalanan hidupmu dan bekerjalah sebagai niat ibadah, dan Aku juga menyelesaikan “pekerjaan”-Ku. Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di “pangkuan”-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku.”
Ketika kesabaran dan keikhlasan itu selalu terjaga pada tempatnya,
ketika masalah dijadikan sebagai pengalaman yang berharga,
ketika ujian dan cobaan mendera dijadikan pendidikan yang tak ternilai harganya
dan ketika duka cita dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri,
Maka Allah memberikan rencana indah-Nya. Allah memberikan buah manis dari pohon kesabaran dan keikhlasan yang kita tanam sehingga pada saatnya kita akan mengetam. Saat kualitas diri kita diuji dengan berbagai onak dan duri, saat itu juga keimanan kita diukur dengan kesabaran yang kuat, maka Allah akan senantiasa mempertemukan dengan bidadari Dunia&Syurga-Nya.
“bagi mereka yang percaya dan mengenali kebaikan dalam segala hal yang menimpa mereka, baik di dunia ini dan dunia luar merupakan bagian dari suatu kebaikan yang kekal.”

KUN FAYAKUN

Jika masalah kita belum selesai,
tandanya Allah masih sayang sama kita.
Siapa ingin punya anak,
siapa yang belum kerja ingin kerja,
siapa yang ingin punya jodoh, Mudah! Yang penting,
kata Allah, ingat kita punya dosa.
Jadi, Allah siapkan dulu diri kita.
Kata Allah, utang mah, mudah!
Siapa yang ingin punya anak, mudah kata Allah!
Siapa yang belum kerja ingin kerja, mudah kata Allah!
Siapa ...yang ingin punya jodoh, mudah kata Allah!
Yang penting, kata Allah, kita harus ingat dulu. 
Apa yang diingat? Ingat sama dosa-dosa kita. 
Sebab, barangkali, kita punya masalah belum selesai, 
lantaran kita punya dosa juga belum selesai kita minta ampun sama Allah.
Jadi yang pertama sebenarnya,
kalau kita lagi punya masalah,
jangan cari solusi terlebih dahulu. Solusi adalah nomor 17.
Nombor satu yang kita cari adalah ampunan Allah terlebih dahulu.
Kalau Allah sudah mengampuni kita, insya Allah, semua urusan masalah kita beres.
Innamã amruhu, izã 'arōda syai'an 'ayyaqū la lahu, Kuñ fayakuunn...

Kalau Allah sudah bilang "KUN", maka "FAYAKUUN"-Nya lah yang akan terjadi.

Semoga Allah mengampuni kita, merahmati dan meridhoi langkah kita. Mudah-mudahan kehendak Allah, sama seperti apa yang kita kehendaki. Aamiinn...

Wednesday, 5 October 2016

10 SURAT AL-QUR'AN YANG DAPAT MENGHALANGI DARI UJIAN BESAR ALLAH SWT

1. Surah Al-Fatihah dapat memadamkan kemurkaan Allah SWT,
2. Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat,
3. Surah Dukhan dapat membantukita ketika menghadapi ujian AllahSWT pada hari kiamat,
4. Surah Al-Waqiah dapat melindungi kita dari kesusahan atau fakir,
5. Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di alam kubur,
6. Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan,
7. Surah Al-Kafirun dapat menghalangi kita menjadi kafir ketika menghadapi kematian,
8. Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita menjadi golongan munafiq,
9. Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki,
10. Surah An-Nas dapat melindungi kita dari penyakit was-was.
.
Subhanallah...
Ya Allah...
✔Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔Lapangkanlah hatinya
✔Bahagiakanlah keluarganya
✔Luaskan rezekinya seluas lautan
✔Mudahkan segala urusannya
✔Kabulkan cita-citanya
✔Jauhkan dari segala Musibah
✔Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
✔Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang me-LIKE dan membagikan status ini...

Tuesday, 4 October 2016

AKU ADALAH MAKHLUK YANG PANDAI BERSYUKUR


Mensyukuri nikmat dari Allah dan juga cara bersyukur kepada Allah adalah merupakan bagian dari tanda keimanan kita kepada Allah Ta'ala.
 Hakikat pengertian syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. 
Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat.
Setiap muslim niscaya meyakini bahwasanya karunia dari Allah Azza wa Jalla yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam.
Seorang muslim akan senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberinya petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Arti syukur dalam harfiah bahasa adalah merupakan pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut (Al Jauhari).
Sedangkan pengertian bersyukur dalam agama adalah bahwasannya rasa syukur itu adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya.
Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur'an yang artinya :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7).

Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah. Mensyukuri nikmat adalah juga merupakan menunjukkan tanda kedekatan dan tanda ciri kecintaan seseorang kepada Allah.
Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka semuanya dan juga kepada seluruh alam semesta ini.
Kita perlu belajar kepada orang-orang mukmin sejati yang senantiasa mengerti dan memahami akan keutamaan bersyukur kepada Allah sekalipun berada dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Baik itu dalam menghadapi kesulitan hidup dan sejenisnya.
Seseorang yang melihat dari luar mungkin mengira berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, dalam diri orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.
Anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah hal yang merupakan suatu kekeliruan yang besar.
Padahal jika kita merenung sejenak, maka kita akan bisa menyadari bahwa kita semua ini dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya.
Dalam hitungan waktu ,setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.
Hikmah Keutamaan Bersyukur
Kita perlu belajar dan memahami akan keutamaan orang yang bersyukur dan keutamaan hikmah sabar. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
"Tidaklah seorang mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya."( HR. Bukhari Muslim ).
Hakekat bersyukur sesungguhnya adalah bersyukur atas diri sendiri karena Allah adalah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji. Allah Ta'ala berfirman yang artinya :
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Luqman(31) :12).
Mudahnya adalah segala sesuatu yang memungkinkan orang untuk hidup telah diberikan oleh Allah. Sebagai balasan semua itu, seseorang diharapkan untuk mengabdi kepada Allah sebagai rasa syukurnya.
Orang-orang yang tidak memperhatikan semua kenikmatan yang mereka terima, dengan demikian telah mengingkari nikmat (kufur).
Mereka baru mau bersyukur apabila semua kenikmatan telah direnggut darinya. Contoh mudahnya adalah kesehatan yang tidak pernah diakui sebagai nikmat baru akan disadari dan syukuri setelah mendapatkan sakit.
Marilah sahabat semuanya kita sejenak meluangkan waktu untuk Bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini.
Marilah kita untuk bisa meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah dalam bentuk apapun yang bisa kita lakukan.
Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu.
Perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT agar kita semua menjadi abdan syakuro (hamba yang pandai dan selalu bersyukur) atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Aamiin.
Semoga Allah swt selalu melimpahkan hidayah taufik-Nya kepada kita semuanya, untuk pandai bersyukur, aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

Monday, 3 October 2016

10 Sifat yang Harus ibuang, Sebelum Anda Berkahwin

Menikah,
adalah sebuah momen yang sangat berharga dalam kehidupan ini.
Maka dari itu, pastikan Perkahwinan Anda cukup istimewa.
Tidak perlu mahal,
yang penting istimewa.

1. Tiada Rahsia Antara Satu Sama Lain

Ketika pasangan Anda ada menanyakan sesuatu,
tapi Anda malah masih memberi jawapan dengan kebohongan,
karena tak ingin rahsia Anda diketahuinya,
itu akan mengurangi kepercayaan pasangan Anda kepada diri Anda.
Boleh jadi pasangan Anda berhipotesis, bahwa hubungan ini masih diawangan.
Gunakanlah tahap ta’aruf sebaik-baik mungkin untuk saling jujur ketika ditanya.
Apalagi setelah berkahwin,
tetaplah jaga kepercayaan dari pasangan Anda, terbukalah. Karena saling keterbukaan justru akan meningkatkan kepercayaan.

2. Serakah

Sudah menjadi pengantin, itu berarti status Anda sudah bukan anak kosan lagi. Barangkali ketika Anda masih ngekos, Anda orangnya suka serakah soal makanan dengan teman-teman Anda. Misalnya, berpikir bahwa harus Anda yang duluan masuk kamar mandi, harus Anda yang segera makan, harus Anda yang dapat banyak porsi, dan lain-lain sebagainya.
Cobalah Anda latihan untuk jadi dermawan, dan mau mengalah agar orang dapat yang lebih. Kalau Anda belum bisa, mungkin Anda belum siap untuk menikah.

3. Ngeyel

Memang, dalam rumah tangga, ada kalanya nanti akan terjadi cek cok.
Asalkan jangan intensif saja. Nah, sekiranya nanti terjadi, janganlah Anda memaksakan pendapat Anda supaya diiyakan oleh pasangan Anda. Sebaiknya, diskusikan pelan-pelan dengan argumen. Anda tunjukkan pertanggungjawaban atas argumen yang Anda paparkan.
Namun, sekiranya kondisinya bakal lebih memunculkan mudharat, sebaiknya langsung dihentikan saja. Lanjut pembicaraannya di lain waktu saja, dan dengan cara yang lain pula.

4. Gengsi Meminta Maaf

Nah, ini kendala yang cukup intens. Banyak pasangan yang durasi cek coknya kelewat batas, panjang banget, karena tidak ada salah satu pun yang mau minta maaf duluan.
Itu sebabnya, perlulah dari awal Anda untuk melatih diri Anda agar mudah memaafkan. Kemudian, perlu pula cerdas dalam memilih pasangan, supaya dapat pasangan yang ta’at. Karena, pasangan yang ta’at, pasti senantiasa mengamalkan hadits Rasulullah berikut ini:
Ingatlah, aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk Surga. Yaitu, yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya, dan jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata “Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku.” (HR. Al-Baihaqi)

5. Bercanda Berlebihan

Bercanda Berlebihan
Mungkin Anda pernah bercanda dengan teman dan saudara Anda, kemudian tiba-tiba mereka jadi tersinggung, karena kebetulan bercanda Anda agak berlebihan. Nah, usahakan, jangan seperti itu pada pasangan Anda. Makanya, dari sekarang jangan dibiasakan pula begitu terhadap teman dan saudara Anda.
Meskipun pasangan Anda adalah orang yang Anda sangat terbuka terhadapnya, Anda harus tetap saling menghormati atas keterbukaan tersebut.

6. Cemburu Kalau Orang Lebih Bagus

Ini juga kebiasaan jelek, yang harus segera di-stop. Mungkin Anda terbiasa cemburu kalau teman Anda dapat nilai yang bagus, omzetnya lebih tinggi, dapat makanan, dan hal-hal lainnya yang lebih bagus daripada Anda.
Sesegera mungkin, hentikanlah hal tersebut. Jangan sampai pandangan tersebut malah terbawa-bawa ke pasangan Anda. Dia kan pasangan Anda, bukan kompetitor, apalagi musuh. Justru dia adalah partner abadi Anda.
Ingatlah pula, segala hal bagus yang didapat orang, itu kan pemberian Allah. Allah tahu apa yang cocok untuk hambaNya. Nggak pantas banget kalau keputusannya diprotes-protes.

7. Curigaan

Kalau Anda suka main curiga-curigaan, itu berpotensi banget untuk menimbulkan masalah. Karena yang namanya hubungan baik itu dibangun dengan kepercayaan yang baik pula. Sekiranya ada curiga-curigaan, berarti kepercayaan Anda telah menurun. Kalau sudah kepercayaan menurun, jadinya perlakuan baik pun akan berkurang. Karena perlakuan baik sejatinya diberikan melalui “jembatan” bernama kepercayaan yang baik.

8. Ngomongin di Belakang

Sekiranya Anda berteman dengan orang yang suka membicarakan orang lain yang sedang tidak ada, waspadalah, karena mungkin dia juga akan membicarakan diri Anda, ketika Anda sedang tidak ada.
Nggak enak kan rasanya? Nah, apalagi pasangan Anda! Kalau serius ingin tuntas menyelesaikan suatu persoalan pada diri seseorang, temuilah langsung orangnya. Kalau nggak mau ketemu langsung, maunya ngomong di belakang doang, itu niat nyelesain persoalan diri seseorang itu nggak sih?
Kalau nampak nggak niatnya, maka otomatis kepercayaan orang akan turun terus-menerus. Seperti yang di atas tadi, ketika kepercayaan tengah menurun, siap-siap sulit mendapatkan perlakuan yang layak dari orang lain.

9. Minderan

Tentunya, menikah itu akan menimbulkan harapan. Anda kan pasti punya harapan terhadap pasangan Anda kan? Begitu pula pasangan Anda, pasti memiliki harapan terhadap diri Anda. Itu sebabnya, janganlah Anda terlalu malas untuk membuka mata Anda agar bisa melihat potensi diri Anda.
Karena sekiranya Anda hobinya menutup mata, tahunya hanya kekurangan-kekurangan diri Anda, terus minder, mungkin pasangan Anda pun akan keheranan juga. Padahal dia sudah berharap banyak hal dari Anda.

10. Jadi Diri Orang Lain

Jadi Diri Orang Lain
Ada kalanya Anda dituntut untuk punya banyak duit, punya jabatan tinggi, kendaraan mewah, dan sebagainya. Yang mana hal-hal itu hanya termasuk keinginan, bukan kebutuhan. Sehingga Anda berencana untuk ngutang agar bisa seperti itu, atau mungkin Anda berjanji sambil keringatan karena sadar hal itu sangat sukar Anda dapatkan saat ini, dan lain-lain sebagainya.
Jadilah diri Anda sendiri. Karena ciri-ciri orang yang nggak menjadi dirinya sendiri, dia itu sibuk banget memenuhi keinginan orang lain.
Sudahlah hanya keinginan, bukan kebutuhan, keinginannya itu malah punya orang lain lagi. Sebetulnya itu membuat Anda menjadi menderita, dan tak bisa menikmati percintaan dengan pasangan Anda.