Wednesday, 28 December 2016

Membuka Aib Saudara Muslimin


وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (Hadits Riwayat Imam at-Tirmidzi).

Kita hidup di dunia ini terkadang merasa lebih mulia daripada orang lain. 
Hanya gara-gara satu kesalahan yang diperbuat orang lain yang tampak di depan mata kita, 
menjadikan kita merasa lebih baik dan lebih mulia sehingga kita merendahkan orang tersebut. 
Tidak cukup dengan merendahkan, kita pun berbangga ikut menyebarkan keburukan orang itu kepada orang lain.
Ketahuilah, 
mungkin saja ini adalah ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang itu sehingga Allah tampakan kesalahan dan aib orang tersebut agar bisa menjadi ujian juga bagi kita dengan harapan kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang tampak dari aib itu. 
Dengan demikian kita semestinya menutup aib tersebut sehingga Allah akan memberi jaminan bahwa aib kita akan ditutup pula baik di dunia maupun di akhirat.
Seandainya dosa itu dapat mengeluarkan bau busuk dan kita dapat mencium bau busuk tersebut, 
mungkin saja kita ini lebih busuk baunya dibandingkan orang yang tampak aibnya itu. 
Tetapi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, maka apa yang kita rahasiakan ditutup oleh Allah Ta’ala. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala masih mengharapkan taubat kita. Oleh karena itu, 
jika kita melihat aib yang ada pada diri orang lain, 
jangan sampai kita merendahkan dan menyebarkan aib itu. 
Sebab, 
kalau kita melakukannya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka aib kita di dunia dan di akhirat.

Diceritakan dalam sebuah kisah yang sangat masyhur. 
Suatu hari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam didatangi seorang wanita yang mengaku telah berbuat zina. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian berpaling darinya berpura-pura tidak mendengarnya. 

Setiap kali bertatap muka, 
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam akan memalingkan wajah darinya. 
Ini dilakukan karena Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak ingin mendengar aib wanita tersebut. Namun wanita ini tetap berdegil dan tetap menemui Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. 
Kali ini ia datang bersama ayahnya dan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian bertanya, “Kau sudah hamil?”.
Dijawab oleh sang wanita, “Ya, hamil”.
Lalu Nabi berpesan kepada ayahnya, “Bawa anakmu dan berbuat baiklah kepadanya”.

Di sini ada 2 pelajaran berharga yang dapat kita ambil hikmahnya. 

Pertama, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak bertanya dengan siapa dia berzina. 
Kita tahu yang namanya perbuatan zina itu sudah pasti dilakukan oleh 2 pelaku. 
Tapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak menanyakan hal itu. 
Ini karena Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam suka menutup aib orang lain. 

Yang kedua, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam takut wanita itu dianiaya oleh ayahnya sehigga beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berpesan agar berbuat baik terhadap putrinya. 
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam khawatir ayahnya akan berbuat aniaya atas nama kehormatan keluarga. 
Inilah bentuk kasih sayang dan simpati Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Setelah melahirkan, wanita ini datang kembali menghadap Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. 
Maka Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian menyuruhnya untuk menyusui anaknya. 
Anehnya di sini adalah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak menahan wanita itu. 
Tetapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam lebih suka untuk melepaskannya.

Dalam kisah yang lain, 
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menceritakan ada seorang mukmin kelak pada hari Kiamat yang mempunyai keistimewaan karena di dunia ia suka menutup aib saudaranya. 
Di saat menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
berbicara di hadapan Allah Ta’ala, ia mendapatkan perlakuan khusus. 
Pada saat itu orang-orang yang menghadap kepada Allah, berbicara kepada Allah, maka pembicaraan antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan dipertontonkan di hadapan lautan manusia, 
termasuk segala perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan selama di dunia juga akan diperlihatkan di depan manusia. Semua akan ditampakan. Akan tetapi, khusus bagi mereka yang suka menutup aib saudaranya di dunia maka akan dibuatkan tirai yang melindungi pembicaran antara orang tersebut dengan Allah sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun. 
Yang bisa tahu dan dengar pembicaran tersebut hanya dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
Ketika itu Allah mengatakan, “Wahai Fulan, bukankah kamu pada hari sekian, waktu sekian dan dalam keadaan sekian telah berbuat maksiat ini dan itu?”. 
Disebutkan semuanya oleh Allah perbuatan maksiat atau keburukan yang pernah ia lakukan selama di dunia. Ia pun mengakuinya. Hanya saja pembicaraan ini ditutup oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak dipertontonkan di hadapan manusia. Meskipun dosanya tetap dibicarakan oleh Allah tetapi tidak diperlihatkan kepada orang-orang saat itu. Hanya dirinya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tahu. Allah Subhanahu wa Ta’ala katakan kepada orang tersebut, “Dulu sewaktu hidup di dunia engkau menutup aib saudaramu maka sekarang ini semua dosamu diganti dengan kebaikan (hasanat)”. Bayangkan kegembiraan yang bakal ia dapatkan di akhirat kelak. Bukan hanya aibnya yang ditutup oleh Allah saja bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin akan mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan. Semua ini ia peroleh karena dulu ia suka menutup aib saudaranya di dunia. Subhanalloh…

Duhai saudara/ saudariku, sayangnya penyakit kita pada zaman ini adalah suka menceritakan aib dan keburuakan orang lain. Seolah perbuatan ini menjadi sebuah kelaziman dan kelezatan bagi kebanyakan orang sekarang ini. Menceritakan aib saudaranya bahkan menjadi hiburan bagi kita. Jika kita membuka internet, halaman sebuah website, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya akan banyak bermunculan cerita-cerita yang membicarakan aib dan keburukan orang lain. Berbagai media cetak, elektronik, dan televsi pun tersaji program khusus yang menayangkan aib orang lain. Inilah salah satu kesalahan yang paling banyak yang menyebabkan seseorang itu akan dilemparkan ke dalam api neraka jahannam. Ingatlah sabda Rasulullah yang mengatakan ini (sambil memegang lidah beliau) yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka Allah. Untuk itulah hati-hati dengan lisan dan lidah kita.

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam juga bersabda, “Seluruh umatku akan diampuni kecuali al-Mujahirun”.
“Siapa itu al-Mujahirun, duhai Rasulullah?”, tanya Sahabat Nabi.
Dijawab oleh Rasulullah, “Dia berbuat dosa di malam hari dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup aibnya. Tetapi kemudian pada pagi harinya ia membuka aibnya sendiri”.
Sering kita tidak menyadari kita suka menceritakan perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan kepada teman atau sahabat. Atau bahkan kita berbangga diri membuka aib itu tanpa merasa berdosa. 
Itulah al-Mujahirun, orang yang suka membuka dan menceritakan aibnya sendiri. Kalau demikian, bagaimana ia akan mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Allah senantiasa menutup aib-aib kita dan anak keturunan kita dan semoga Allah mengampuni seluruh aib, dosa dan kesalahan kita dan anak keturunan kita, serta menjadikan kita sebagai orang yang suka menutup aib orang lain, suka menjaga aib diri kita sendiri, tidak suka menyebarkan keburukan saudaranya dan aib sendiri. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita mampu menjaga lisan dan lidah kita dari membicarakan hal-hal yang kotor dan tidak baik, menggantikannya dengan ucapan yang membawa kebaikan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Disarikan dari kajian yang disampaikan oleh Sayyidil Habib Najmuddin Othman al-Khered, Pengasuh Majelis Ta’lim Sawa’assabil Malaysia, dan Sayyidil Habib Muhammad bin Abdurrahman Asseggaf, Pendiri Program Fattabi’ouni dan Pemilik Al Irtsuna Nabawi TV, Jeddah, Negeri Hijaz)

Tuesday, 27 December 2016

Kesedihan

Assalamualaikum...
27/12/2016
Biler sebut pasal tahun baru...
Orang lain happy kan...
Tapi aku...
Sedih jer...
Yelah..asyik kena hina, kena herdik, kena sindir, kena kutuk dan mcm mcm lagi...
Hati aku macam dihiris hiris dgn pisau aku rase...
Mungkin lebih sakit dari itu...
Dekat ofis aku tu...
Byk yang nak jadi hakim...
Menghukum dan menindas orang secara membuta tuli...
Dengar sahaja perkara atau fitnah...
Terus percaya dan sebarkan...
Yang jadi mangsa org mcm aku ni...
Tapi takpe...
Aku redha...
Biarlah diorang nak fitnah aku ker, hina aku ker, maki aku ker, herdik aku ker....
Asalkan hanya Allah jer yang tau siapa aku....
Aku tak perlukan orang lain untuk suka aku...
Cukuplah Allah bagiku...
Aku yakin dengan Allah...
Setiap apa yg berlaku pasti ada hikmahnya...
Tapi yang aku paling sedih kawan aku sendiri.,,
Tapi takpe..
Aku maafkan diorang...Aku harap Allah gantikan kesedihan aku ni dengan perkara yang baik...
InsyaAllah...
Tugas aku hanya Solat dan Sabar...Nanti Allah bagi jawapan...Aku yakin..
Pada sejadah sahaja aku menangis dan mengadu...Dipintu Allah sahaja tempat aku meminta kekuatan
untuk meneruskan kehidupan ni...Aku yakin dengan Allah...
Dan aku redha dengan takdir yang diberikan olehNya...
Kerana takdirNya lah yang terbaik kerana Allah Maha Mengetahui....
Aku akan redah dengan kekuatan yang Allah berikan pada aku...
Dan aku ingat satu jer...
Benda baik dibalas baik...begitu juga sebaliknya...

Monday, 26 December 2016

Rahsia Solat

Otak tidak berfungsi normal jika jarang atau tidak SOLAT..Benarkah??

Otak adalah organ tubuh yang amat penting bagi kehidupan manusia.
Oleh itu Allah S.W.T meletakkan otak kita dibahagian paling atas dari tubuh kita.
Otak manusia adalah satu system dari semua yang dilakukan oleh manusia.
Jika didalam istilah computer,
Otak adalah PC, Yang menjadi pusat semua jaringan organ tubuh manusia.
 Maka tidak hairan..
Otak adalah mempengaruhi semua yang dilakukan oleh manusia.

Para Ahli Kimia mengumpulkan dari beberapa kajian,
Bahawa otak manusia merupakan satu organ yang paling menakjubkan yang ada pada tubuh manusia.
Hal itu disebabkan oleh kerana Otak manusia dapat mengendalikan sistem saraf pusat,
Supaya dapat bekerja secara Normal.

Apakah dapat dibayangkan otak kita tidak berfungsi sejak secara normal,
Tentu akan terjadi satu kekacauan ditubuh kita,
Sehingga otak kita tidak dapat berfikir dengan sempurna dan kita tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik.

Dan sebenarnya, apakah yang menyebabkan otak kita tidak berfungsi secara normal?

Untuk menjaga potensi hidup dan stamina dalam badan otak memerlukan makanan iaitu Nutrisi.
Nutrisi tersebut merupakan makanan yang kita makan dan oksigen yang dibawa oleh pembuluh darah.
Meskipun berat otak hanyalah 2% daripada tubuh manusia,
Tetapi mendapatkan pasukan darah 15% daripada seluruh tubuh kita.
Hal ini disebabkan oleh sel-sel otak akan mati jika pasukan darah yang membawa oksigen itu terhenti.
Jika terjadi kelewatan darah yang sampai ke otak,
Maka akan menyebabkan kekacauan dalam tubuh manusia kerana selain membawa zat zat yang diperlukan oleh otak darah juga adalah membersihkan kotoran yang ada pada otak agar otak akan bekerja dengan baik tanpa ganguan.

Mengenai kelancaran darah menuju otak terdapat suatu tindakan iaitu satu kewajipan umat MUSLIM
yang berkenaannya iaitu SOLAT.
Kerana tanpa SOLAT, otak tidak akan berfungsi secara Normal.

Hal ini sangat lah tepat.
Kebenaran hal ini telah dibuktikan oleh seorang Pakar Dari Universiti Amerika Syarikat,
Ia sangat kagum dengan penemuan tersebut.
Dan ia sedar betapa besarnya manafaat SOLAT yang merupakan kewajipan semua umat ISLAM
Diseluruh Dunia.

Dalam penelitian tersebut ia menunjukkan masalah urat saraf yang ada didalam otak manusia
yang tidak boleh dimasuki oleh darah dan aliran darah hanya dapat masuk didalam otak hanya
bila seseorang pada berkeadaan bersujud dalam SOLAT. 

Monday, 5 December 2016

Doa Sujud Terakhir

Sesuai hadis shahih riwayat Muslim, bahwa di antara tempat dan waktu berdoa yang mustajab, mudah dikabulkan adalah pada saat sedang sujud. Nabi Saw bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah).

            Dalam hadis tersebut dapat difahami bahwa memperbanyak doa pada waktu sujud memang dianjurkan. Namun, tidak ada ketentuan dan anjuran untuk memperbanyak doa hanya pada saat sujud yang terakhir. 
Karena itu memperbanyak doa, sesuai hadis tersebut, dapat dilakukan pada saat kapan saja setiap melakukan sujud.

          Sebagian ulama tidak membenarkan jika hanya mengkhususkan pada sujud terakhir saja untuk memperbanyak doa, sehingga sujudnya lebih lama dibandingkan dengan sujud-sujud yang lain. Syekh al-Utsaimin (Fatawa Nur ‘Ala al-Darb, XIX/75) mengatakan: “Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat bukanlah termasuk Sunnah. Yang sesuai Sunnah Nabi Saw adalah seseorang melakukan shalat antara ruku’, bangkit dari ruku’ (i’tidal), sujud dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya”.  Al-Bara’ bin ‘Azib meriwayatkan hadis sebagai berikut:

كَانَ رُكُوعُ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم وَسُجُودُهُ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ وَبَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ قَرِيبًا مِنَ السَّوَاءِ
Ruku’, sujud, bangkit dari ruku’ (i’tidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi Saw, semuanya hampir sama (lama dan thuma’ninahnya).”(HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471).

            Karena itu, jika ingin memperbanyak doa pada saat sujud, tidak perlu mengkhususkan pada sujud yang terakhir saja, tetapi dapat dilakukan pada saat sujud-sujud yang lain dalam shalatnya. Yang perlu diperhatikan bagi makmum ketika shalat berjamaah, jangan sampai makmum menyelesihi imam gara-gara memperlama dalam sujudnya. Hal ini bisa merusak shalat jamaahnya. Secara syar’i, jika imam sudah selesai dari sujud terkahir  maka selaku makmum hendaklah segera bangkit dari sujud untuk mengikuti imam ketika itu, tidak boleh menyelisihinya. Karena imam itu  diangkat untuk diikuti. Nabi Saw bersabda:

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ
Imam itu diangkat untuk diikuti, maka janganlah diselisihi.” (HR. Bukhari no. 722, dari Abu Hurairah).

            Yang menjadi perselisihan(beda pendapat) di kalangan ulama dalam hal memperbanyak doa pada saat sujud adalah tentang bacaan doanya. Apa yang dimaksud dengan memperbanyak doa itu? Haruskah doa yang dibaca pada saat sujud itu sesuai dengan doa-doa sujud yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw? Bolehkan membaca doa di luar itu, yakni doa sendiri sesuai dengan yang dikehendaki untuk kebutuhan hidup di dunia ini?

            Dalam hal ini ada ada tiga pendapat. Pertama, ulama Hanafiyah: doa yang dibaca itu harus sesuai dengan doa-doa sujud yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw, khususnya bacaan tasbih; Kedua, ulama Hanabilah: doa yang dibaca itu boleh selain bacaan sujud yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, asal doa itu ma’tsur (berasal dari al-Qur’an atau al-Hadis yang shahih); Ketiga, ulama Malikiyah dan Syafi’iyah: doa yang dibaca itu boleh dengan doa-doa yang lain sesuai yang dikehendaki asal tidak doa untuk  suatu dosa dan pemutusan silaturrahim.
 
Syaikh Wahbah Al-Zuhaili mengatakan: “Ulama al-Hanafiyah berpendapat: orang shalat tidaklah ketika ruku dan sujudnya membaca selain tasbih, ini menjadi pendapat madzhab. Sedangkan, hadits tersebut bermakna pada shalat sunah. Sedangkan, ulama Malikiyah menganjurkan doa ketika sujud, baik doa yang terkait dengan urusan dunia atau agama atau akhirat, untuk dirinya atau orang lain, secara khusus atau umum tanpa batasan, bahkan dengan itu Allah Ta’ala telah memberikan kemudahan. Menurut ulama Hambaliyah, tidak apa-apa berdoa dengan doa-doa dan dzikir yang ma’tsur (berasal dari hadits).” Sedangkan ulama al-Syafi’iyah menguatkan kesunnahan berdoa (apa saja) ketika sujud.” (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, II/84)
Rasulullah Saw  memberikan contoh doa yang dibacanya ketika sujud, yakni sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ
 “Ya Allah ampnilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang terang-terangan dan yang tersembunyi.” (HR. Muslim No. 1112)
 Nah, jika membaca doa ini maka sangat bagus dan kita telah mengikuti sunnah Nabi Saw. Tetapi apakah dengan ini berarti membatasi doa-doa yang dibaca? Bolehkah membaca doa lain sesuai hajat kita?
Imam Al-Nawawi (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, III/471-472), mengatakan bahwa doa-doa dalam sujud tersebut adalah mutlak dan tidaklah dibatasi. Doa apa saja yang termasuk maksud doa adalah boleh. Sebab Rasulullah Saw melakukan berbagai doa yang berbeda dan berbagai tema. Ini menunjukkan bahwa hal itu tidak dilarang. Dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim), dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Saw bersabda tentang doa akhir tasyahhud:
ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَلْيَدْعُ بِه
“Kemudian hendaknya dia memilih doa yang disukai dan sesuai seleranya.” Dalam riwayat Imam Muslim, sebagaimana menjelasan bab yang lalu, dari Abu Hurairah: “kemudian dia berdoa untuk apa-apa yang nyata untuk dirinya.”
 Suatu saat Syekh Bin Baz (Fatawa Bin Baz, XI/64-65) ditanya tentang hukum membaca doa untuk urusan dunia pada saat sujud dalam shalat fardhu. Beliau menjawab: berdoa pada saat sujud dalam shalat-shalat fardhu maupun sunnah, baik untuk dirinya maupun orang lain yang dikehendaki termasuk perkara yang disunnahkan atau disyariatkan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw: “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah). Lebih lanjut Bin Baz mengatakan bahwa memperbanyak berdoa juga disyariatkan pada saat sujud dengan doa apa saja, baik urusan dunia ataupun urusan akhirat. Misalnya berdoa minta istri yang shalihah, anak yang baik, rizki yang halal, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan beberapa hadis yang hampir sama maknanya seperti sabda Nabi Saw: “Kemudian hendaknya dia memilih doa yang disukai dan sesuai seleranya.” Dalam riwayat Imam Muslim, sebagaimana menjelasan bab yang lalu, dari Abu Hurairah: “kemudian dia berdoa untuk apa-apa yang nyata untuk dirinya.” (Muttafaqun Alaih).
Kesimpulan:
1.      Memperbanyak doa pada saat sujud adalah dianjurkan dan sesuai dengan syariat;
2.      Memperbanyak doa pada saat sujud, tidak dianjurkan hanya pada saat sujud yang terakhir, tetapi boleh dilakukan pada setiap sujud dalam shalatnya, baik shalat fardhu maupun shalat Sunnah;
3.      Ulama berbeda pendapat tentang bacaan yang dibaca dalam memperbanyak doa di waktu sujud. Sebagian ulama, seperti Hanafiah, hanya membatasi pada doa-doa sujud yang dicontohkan Rasulullah Saw. Sementara ulama lain, seperti Hanabilah, membolehkan bacaan doa selain bacaan sujud, asal doanya ma’tsur dari al-Qur’an atau pun al-Hadis. Adapun ulama Malikiyah dan Syafi’iyah, membolehkan bacaan doa apa saja yang dikehendaki, baik doa untuk kepentingan dunia maupun akhirat.

Sunday, 30 October 2016

BUKAN SEMUA ORANG KITA BOLEH BUAT KAWAN

Ada orang kata berkawan biar beribu,
berkasih hanya satu.
Ada juga yang kata kawan sejati susah nak di temui.
Ada lain berkata kawan lain,
 sahabat lain.
Ada juga kita jumpa kawan makan kawan kan?
Memang ada spesis insan yang pada dasarnya pijak semut tak mati.
Depan kita kemain lembut, manis budi bicaranya.
Belakang kita dialah raja segala setan yang bertopengkan manusia.
Kawan boleh jadi lawan kita seandainya kita tersalah pilih kawan. 
Berkawanlah sampai berpuluh tahun sekalipun, 
tetapi seandainya kita tersalah langkah, kita akan habis! 
Kawan kita pun belum tentu membantu kita.
Hindari kawan yang mengajak kita membenci orang yang tak di sukai nya,
kerana suatu hari ada satu pekara yang membuat dia tidak menyenangi kita.
Dia akan mengajak orang lain pula membenci kita.
Orang yang bersikap macam ini memang harus di jauhi.
Dia menjadi jarum mencucuk orang dengan hasutan dan hasad dengki yang membuku di dadanya.
Ada juga kawan yang tak mampu simpan rahsia sendiri adalah orang yang takkan boleh simpan rahsia orang lain..
kalau benda yang tak sepatutnya dia boleh cerita dengan kita tak mustahil rahsia kita pun dia boleh share dengan orang lain.
Hari ni mungkin dia kawan tapi akan datang belum tentu jadi kawan,
kita kena sentiasa berpada pada dengan sesiapa saja.

BERLAWANAN

Tanda-tanda orang jahil itu 4 perkara:
1-Marah tanpa sebab
2-Suka menyebarkan rahsia
3-Percaya kepada sesiapa sahaja
4-Memberi nasihat tidak kena pada tempatnya
~(Al-Hafiz Muhammad bin Mansur al-Tusi dalam kitab Siyar A'lam al-Nubala')

RASULULLAH DAN SAHABAT....
( 3 PERKARA YG DI SUKAI )
Pada suatu hari Rasulullah SAW duduk bersama sahabat2nya dan bertanya kepada mereka bermula di tanyakan kepada Sy Abu Bakar:
“Apa yg kamu suka dari dunia ini?”
Dan berkatalah Saidina Abu Bakar ra.
“Aku suka dari dunia ini 3 perkara:
1. Duduk2 bersamu Rasulullah
2. Melihat wajah Mu ya Rasulullah
3.Aku korbankan harta ku untuk Mu ya Rasulullah “

Lalu Rasulullah bertanya dengan Saidina Omar ra.
“Bagaimana pula dengan mu ya Omar?”
Jawab saidina Omar
“Ada 3 perkara juga yang aku suka:
1.Membuat kebaikan walaupun dalam keadaan manusia tidak mengetahuinya.
2 .Mencegah kemungkaran walaupun dalam keadaan terang2an
3.Berkata yang benar walaupun pahit
“Dan bagaimana pula denganmu wahai Uthman?”
Berkata Saidina Uthman
“Ada 3 perkara yang aku suka:
1. Memberi makan
2.Memberi salam
3.Bersolat malam di waktu manusia tidur “
“Bagaimana pula dengan kamu wahai Ali?”
“Aku juga cintakan 3 perkara:
1.Memuliakan tetamu
2.Berpuasa di musim panas
3.Dan memukul musuh dengan pedang “
Kemudian bertanya Rasulullah pada Abu dzar “Apa yang kamu suka di dunia ini?” Berkata saidina Abu Dzar “Aku suka 3 perkara di dunia ini:
1.Lapar
2.Sakit
3.Mati “
Kemudian Rasulullah bertanya, “Kenapa wahai Abu Dzar?”
Berkata saidina Abu Dzar, “Aku sukakan lapar kerana untuk membersihkan hati. Aku sukakan sakit kerana untuk mengurangkan dosa2 ku. Aku sukakn maut kerana untuk bertemu Tuhanku”
Kemudian bersabdalah Rasulullah saw
“Aku cintakan dari dunia ini 3 perkara:
1.Wangi2an
2.Wanita yg solehah
3.Sembahyang menjadi penyejuk hati ku “
Kemudian di waktu itu turunlah malaikat Jibril as memberi salam pada Rasulullah dan para sahabat. Kemudian malaikat Jibril mengatakan “Aku sukakan di dunia kamu ini 3 perkara:
1.Menyampaikan risalah
2.Menunaikan amanah
3.Cinta terhadap orang miskin “
Kemudian malaikat Jibril naik ke langit dan turun sekali lagi lagi ke bumi dan berkata “Sesungguhnya Allah SWT mengucapkan salam kepada kamu semua dan Allah swt berkata; Sesungguhnya Allah suka pada dunia kamu ini 3 perkara:
1.Lidah yang sentiasa berzikir
2.Hati yang sentiasa khusyuk
3.Jasad yang sabar menanggung ujian. “

Bahagia...Indahnya

Tidak dinafikan, kita semua mahu bahagia. Gembira. Ada orang,
untuk mencapai bahagia itu sangat mudah.
Untuk sesetengah orang lain pula,  perkataan ‘bahagia’ adalah satu perkara yang sukar dicapai dalam hidup.
Tidak semua jalan-jalan dalam kehidupan itu mudah.

Apakah itu makna bahagia?
Bila kita mula memahami apa itu kebahagiaan,
pasti akan mula akan merasakan ketenangan dalam hidup.
Bahagia – adalah satu perasaan dimana kita ‘dapat’ merasa bersyukur apabila berada di dalam satu rahmat dalam detik-detik yang baik, dan bersabar dalam masa yang sukar.
Ia adalah satu kemahiran dan kekuatan yang boleh kita bina.

1. Sentiasa membahagiakan orang lain

Mungkin kita tidak mampu membahagiakan orang lain dengan harta benda.
Tetapi kita boleh membahagiakan orang lain setidak-tidaknya dengan sikap kita.
Apabila anda melihat orang lain sedang melakukan sesuatu perkara yang baik,
seperti bersenam, berkebun, atau sedang mendapat sesuatu yang baik – amalkan untuk mendoakan mereka dari dalam hati anda.
Ucapkan dalam hati anda benda-benda yang baik, seperti,
“Seronok melihat kamu menjaga kesihatan” atau “Saya turut gembira melihat kamu bahagia”.
Senyum kepada mereka dan ucapkan “alhamdulillah..” 

2. Amalkan kata-kata baik untuk diri sendiri

Kita semua mempunyai masalah bercakap buruk terhadap diri sendiri.
Perkara ini sebenarnya memberi kesan yang mendalam perasaan kita, terhadap apa yang kita rasakan.
Self-critic memang boleh, tetapi jangan selalu. Apabila perasaan kita mula menjatuhkan diri sendiri, patahkan ia awal-awal.
Apabila kita mula rasa teruk dan, cuba tukarkan fikiran kepada pemikiran yang positif dengan memikirkan apa yang anda suka tentang diri sendiri.

3. Amalkan perkataan baik dengan orang lain

Mungkin kita rasa benda biasa untuk bercakap secara sindiran (sarcasm), ayat sentap, mengolok orang lain.
Memang seronok untuk sekejap untuk mengenakan orang lain, tapi tak lama.
Malah, sedar tak sedar, semua perkara yang kita lakukan ini terhadap orang lain adalah racun terhadap jiwa kita sendiri.
Bila anda mendapati diri anda cuba melakukan perkara ini, ambil nafas dalam-dalam dan tahanlah diri anda. Istigfar adalah terapi terbaik untuk menurun ‘nafsu’.
Bila anda berjaya menahan diri dari berbuat demikian, anda pasti bersyukur kemudian hari nanti.

4. Rehatkan diri

Kita sekarang sedang hidup di dunia yang bergerak lebih pantas dari sebelumnya.
Maka tidak hairan kita selalu mengalami keletihan dan stress.
Oleh penting untuk merehatkan diri kita beberapa kali dalam sehari. Ambil nafas segar dalam-dalam, mandi, tidur dan regangkan badan untuk merehatkan otot-otot yang segar.
Amalkan perkara ini.
Pasti anda akan terkejut dengan kesannya terhadap diri anda.
Antara terapi paling mudah untuk merehatkan badan sambil menjana kembali tenaga adalah dengan solat.
Ramai yang mengambil remeh soal solat bukan? Hmm.
Mulai hari ini, mulakan untuk solat di setiap awal waktu. Jangan lupa doa.
kadang-kadang ada masanya dalam hidup ni kita rasa semua serba tak kena.
Tapi kita selalu lupa mungkin itu adalah cara Allah untuk membawa kita kepadanya.
.

6. Jarakkan diri dari mereka yang suka menjatuhkan anda

Tiada teman lebih baik daripada dikelilingi oleh teman yang salah.
Jangan risaukan sangat tentang orang-orang yang tak pernah ambil kisah tentang anda.
Hargai nilai diri anda sendiri. Jika anda membiarkan diri dipermainkan oleh mereka yang tidak menghormati anda, anda yang rugi.
Kawan yang baik dalam hidup, seharusnya memberi motivasi, inspirasi dan menghormati anda.
Orang-orang disekitar seharusnya memahami dan membantu. Jaga perkara ini.
Selalu pilih kualiti berbanding kuantiti.

Panduan ringkas mengenai terapi mencapai bahagia ini:

Proses terapi ini tidak akan mengambil banyak masa untuk menyuntik ‘dos kebahagiaan’ dalam kehidupan seharian anda..
.. tetapi ia memerlukan sedikit ketekunan.
Amalkan perkara ini untuk satu minggu.
Buat setiap perkara yang dinyatakan dan cuba untuk fokus satu persatu setiap hari.
Selepas satu minggu, cuba rasai perubahan yang berlaku.